Kamis, 15 November 2012

life

i always know that life isn't easy.  i guess we all know that. but after all i've been trough, i think i'm starting to know why life isn't easy.

my life isn't easy, but it's not extremely hard too. i used to think that i live in a 'normal' family, with parents who are always too busy to made time for me. i sued to think that was fine, that they're put their meeting first rather than me. i used to think that it's fine for them to make excuses. i used to think that they love me. no. i used to believe that. i used to believe that they love me.

and then, it all begin..

the problems
the big fight
the truths
my depression
the tension
new problems
another fight
another lie
another struggling
another stressor
again, the truths came out..
followed by fights and arguing
another pain
another tears
and then, new problems adding in to all that mess

and somehow,

i survived. i live.
i live as a new person. a stronger one. a sarcastic one. a broken one. and i hope, a better one.

trying to accept the truth, saw how they're breaking my concept 'happy little family' of mine, how she turn everyone against me, how she manipulate my friends, made up a story of me, how coward my dad is, how some friends never turn their back at me, how my sisters growing up, who there's a manipulated liar in the family, how.... the truths are.

i got the chance to see the truth, who really are loves me as i am and who doesn't.

and here i am, still wondering why i not dead trough all that, why i even bother to fix all the things that can't be fix, why i can't have a happy normal family like others, why am i still here, why my parents can't love me as i am, why, why, and ... oh just forget it.

but at least i learned. i became stronger. i'm growing up. and i learn to accept the truth.

the bitter sh*t of the truth

the truth that my life isn't perfect
the truth that my mother hates me
the truth that they don't even care about me
the truth that.. i was wrong all this time
and my faith shaken
and when another truth comes out, i'm almost prepared.
still shock, but i prepared.
and yet, i still have to deal withe the truth

the truths, that are bitter..
the truths, that hard to accept..
the truths that i never want to face it..
the truths..

but well, i lived didn't i?

and i will count that as points. an dear life, i challenge you. bring anything to my life that make t worse, and i can assure you, i'm gonna be the last one standing.

Kamis, 16 Desember 2010

what family means

rabu malem.

gue rasa kalian semua tau apa yang menimpa gue saat itu. dari pas kuliah abang pipi minta ditoel toel prasaan gue emang udah ga enak, gue pingin pulang. apalagi si abang ngajarnya kaya buru buru. ga selow kaya biasanya.

jam 5, kita udah dikeuarin dan dikasih tugas akhir. yang.. ga pernah dikasih tau sebelumnya. dan anehnya, ga ada aja loh yang bilang, 'bang, abang ga pernah ngasih tau sebelumnya.' yaa.. emang sih, kemungkinan besar abang bakal tetep ngasih itu tugas, tapi sebaiknya nyoba kan? toh abang pipi toel toel ga bakal marah kalo diingetin gitu. dia nguji kali, ada yg brani ga ngingetin dia. zzzz

kluar kluar, ternyata ada acara perhitungan suara ketua, eh calon ketua bem.. udah tuh, gue seneng lagi. ketawa tawa, sorak sorai, teriak teriak, nyorakin calon bakal mantan ogi.. udah tuh tuh. abis itu gue makan, pulang. dengan riang gembira. ternyataa...

udahlah, ga penting juga gue ceritain lewat sini. blog udah jarang yang make. ntar gue sebarin di notes fb ato tumblr dan twitter. biar lebih sensasionaaaalll..

dan gue langsung ngedrop se-drop drop nya. marah, kesel, kecewa, plus perasaan galau dari di kelas semuanya nyampur. kognisi gue udah ga bisa dipake lagi. gue ga bisa mikir apa apa. bahkan untuk nulis blog begini aja gue ga bisa. bener bener, totally blank.

dan saat itu, muncul kebegoan gue yang amat sangat, gue menghubungi orang tua gue. gue percaya kalo mereka bakal memberikan rasa aman pada gue. gue percaya kalo mereka bakal ngebantu gue untuk mengeluarkan diri dari situasi yang menyakitkan itu. and i guess i was wrong.

walopun gue beberapa saat gue bener bener parcaya. gue tarik napas dalam dalam, gue langsung sms semua temen gue buat nyari kosan baru, gue memikirkan cara untuk ngebales mereka, dia actually. tapi jangan salahin gue kalo lo termasuk temennya dan kemudian ikut keseret. gue ga ngasih ampun buat siapapun.

and i barely sleep. udah dari senin ato selasa gue ga tidur. bener bener ga bisa tidur. begitu jam tiga biasanya gue udah mulai ngantuk, tertidur, dan bangun jam setengah 4. gue ngulet, maen internet, ampe kemudian alarm gue bangun dan gue memulai hari seperti biasa.

jadi, saat itu aku hanya tiduran di balik selimut. fisikku yang emang udah capek, anget dari senen dan aku paksain terus akhirnya ambruk. badanku panas banget, kepalaku pusing, mual, enek, perutku sakit, ditambah lagi dengan keadaan gue yang emang labil, aku serasa lumpuh.

badanku lemes, otakku kerasa berat banget buat mikir. gue bahkan ga bisa mikir kalo gue butuh ngeluarin pipis. gue hanya terbaring lemes, ga berdaya, dan memegang harapan kalo besok orang tua gue akan nyelametin gue.

tapi gue tetep ga bisa nutup mata. aku takut mimpi buruk. dan pikiranku akan kemana mana, membuat gue memikirkan segala hal yang membuat gue takut. so i keep typing. to keep my mind focus. i tweeted, i bloged. bahkan untuk mengetikkan apa yang ada dipikranu susah banget. kalian bisa liat tweet yang aku ketik saat itu. tulisannya ga jelas, hurufnya kebolak balik, kadang gue bahkan ga sadar apa yang gue tulis.

badan gue udah lemes banget, pingin istirahat, tapi otak gue ga mau berhenti. otak gue ga mau nurutin kemauan gue untu memikirkan hal hal yang menyenangkan. otak gue ga mau nurutin gue untuk mikirin hal yang positif. it keeps going, on and on..

dan besoknya, hari kamis kemaren, gue ketemu orang tua gue. i really thought finally i'm safe. walopun tubuh gue ga mau rileks, gue paksain, gue paksa. dan kemudian tanpa merasa bersalah sedikit pun nyokap gue malah memberitahu kalo di rumah ada orang yang gue benci. pring makan gue langsung gue dorong ampe jatoh dari meja kemaren.

again. itu terjadi lagi. gue mempercayai lo, gue percaya ama lo kalo lo bakal bikin gue aman. GUE PERCAYA AMA LO!!!!! oh shit, emosi gue naik agi. breath.. breath..

gue percaya ama lo, dan lagi lagi, lagi lagi, lo menghianati gue. LAGI. and once again, i broke. gue loose control last night. really loose control. gue cubit cubitin badan gue karena gue kesel ama diri gue yang masih aja percaya ama mereka. mereka udah berkali kali boong, berkali kali. gue tampar muka gue, karena merasa bego. masih aja gue bisa berpaling kepada mereka. ga seharusnya itu terjadi. udah jelas mereka ga bisa dipercaya.

begitu nyampe rumah, gue nangis. geu ga mau turun. gue mau pulang ke rumah karena gue pikir INI RUMAH GUEEEE... TEMPAT DIMANA GUE GA HARUS PAKE TOPENG!!! DIMANA GUE SEHARUSNYA BISA NGERASA AMAN. tapi ngga, mereka ga ngertiin gue. sekali lagi. i give them chance. many many chance. but they broke it. again and again.

and you know what they say. same lame old excuse, they don't know. they didn't know. BECAUSE THEY SAID I NEVER TOLD THEM ANYTHING!!

can you look at yourself? do you have a mirror?

HOW CAN I TELL YOU ANYTHING WHEN I KNOW YOU CAN'T BE TRUSTED?? HOW CAN I?? many times i'm begging help to you and you never helped me. you took me, and you just drawn me into another hole. so how can i trust yoou?

YOU KNOW NOTHING ABOUT ME. NOTHING!! tell me one thing, one thing you know about me that anyone doesn't. tell me. tell me what you know about me. one thing. just, one thing. and you're quiet.

when i ask you that, you're quiet. because we both know that i'm right. that you know NOTHING about me. i gave you chance, and you keep make the same mistake. sekali lo tau siapa temen gue, you ask her about me. oh no, you NEVER bother to ask me. N-E-V-E-R.

just call my besties and asks her. so tell me, how can i trust you? how?

lo bilang kalo lo takut ditolak ama gue. do you ever think how scared i am? being grown up? with all of those problems.. they never stop coming. being scared about the real life. about people out there. nusuk dari belakang, sikut sana sikut sini, baik di depan terus dorong kita ampe jatoh. itu yang sering terjadi di luar sana. and i'm not ready. i'm scared. dan gue tambah takut karena gue tau lo, kalian ga bakal ada disana. karena gue tau gue harus ngejalaninnya sendiri. gue harus mempersiapkan diri gue sendiri. karena kalian ga bakal ada disana buat nolong gue. karena lo bakal ga ada disnana buat ngebantu gue mempersiapkan diri.

NGGAK. lo ga pernah ada buat gue, jadi kenapa sekarang gue masih berharap bahwa suatu saat lo bakal ada buat gue?huh. stupid me. i'm just sooo stupid that, i still give you chance. well, this time your chance are up. or is up? @__@ lo ga pernah membuat gue merasa aman. ngga. satu satunya tempat yang aman buat gue hanyalah di kamar gue, sendirian dengan pintu dikunci dan lampu mati.

bahkan gue lebih merasa aman dan nyaman saat gue ama sahabat gue. tante, kiki, mita, mereka bisa membuat gue merasa aman. walopun gue di kamar mereka hanya tidur tiduran, dan mereka telponan ato maen internet, i can feel safe. i can be what i am. i can do what i want. no mask. no pretend. just me.

saat tugas perkem kemaren, suruh nyeritain ttg family minimal 5 lembar, dan gue ga bisa nepatin target. punya gue cuma 3 lembar. empat setelah gue gedein huruf dan spasi. dan gue ga abis pikir kenapa keluarga gue seakan akan ga pernah ada di kehidupan gue. very little tiny good memory about them.

many people told me to give them a chance. karena pada dasarnya mereka pasti sayang ama gue, peduli ama gue. do they? kenapa gue ga pernah ngerasa kalo gitu? kenapa mereka ga berperan besar dalam hidup gue kalo gitu? kenapa gue selalu merasa asing sama mereka kalo gitu?

give them a chance? I GAVE THEM LOTS. TONS. and you know what they did to me? they betrayed me. they pick up my heart and then crushed it. to pieces. and there i was, pick up the pieces. alone. there i was, glueing it, piece by piece. alone. where were you then?

have you ever ask you're self, where were you all this time? are you seeing me growing? do you realize that i changed? do you see me, when i crawl, trying to get up, slowly, after you broke my trust and my heart? did you see it? after or before i loose control and shows it to you?

i remember that i was alone back there. alone. dengan temen temen gue yang masih sabar nemenin gue. dan saat diri gue udah setengah kebentuk dan dihancurin ama orang najis tai babi itu, apa lo bantu gue? i thought you was. but it turns out you've talked to her. again. broke my trust. broke myself. again. and now? you did that again. again.

congratulation then. you broke my heart many times than other

Kamis, 09 Desember 2010

again

gue ga tau ya mau mulai dari mana. gue bener bener ga tau. kayanya sebel aja tau. sebel aja. gini ya, gue temenan ama lo, karena gue emang mau temenan ama lo. dan kalo misalnya gaya temenan kita beda dengan gaya temenan gue ama temen gue yang lain, terus lo mau protes? lo mau bilang gue bukan temen lo? ato lo malah sebel ama temen gue yang laen? toh gue tetep gue. gue ga berubah. terus? jadi sebenernya lo tuh mau temenan ama gue, ato cuma sekadar pingin masuk ke kelompok gue? ato manfaatin gue biar lo bisa deket ama temen gue? if that what you want, just say so

hhh....

ini bukan pertama kalinya gue ngerasa begini. bukan pertama kalinya juga gue diginiin. mungkin emang guenya aja lagi sensi banget. dan dia bertingkah menyebalkan seperti biasa. hh...

gini ya, hanya karena gue kebetulan temenan ama orang yang beda kelompok gaul dan beda pandangan ama lo, bukan berarti gue ga mau temenan ama lo kan? toh gue tetep disini, sama lo. jadi temen lo.

aku ga tau apa sih persoalan besarnya? lo ga merasa begitu ama temen temen lo? ya jangan nyalahin gue. salahin aja diri lo kenapa mau temenan ama orang kaya gitu.

aku ga suka ini. aku ga suka ini semua.

hh...

aku bahkan ga tau apa yang mau aku tulis saking keselnya..
kesel kesel keseeeeellll.....

Sabtu, 27 November 2010

harapan

rasanya menyakitkan. benar. aku tidak bohong.

semuanya.

aku tau kamu ga akan peduli sama aku. kamu ga pernah peduli. bagi kamu aku hanyalah nomer ke sekian dari semua hal. aku tau bahwa aku tidak akan sama seperti mereka. aku tidak akan pernah bisa menjadi seperti mereka. tapi, tidak ada salahnya untuk mencoba kan?

sama seperti saat ini.
aku tau kamu tidak akan datang. aku tau kamu tidak akan menelpon. aku tau bahwa kamu pasti sibuk dengan teman-temanmu atau pekerjaanmu. karena sekali lagi, aku hanyalah nomor sekian dalam hidupmu. aku tau, tapi bodohnya, aku masih saja berharap kepadamu.

aku masih saja berharap bahwa suatu saat kau akan peduli padaku. aku masih berharap kalau suatu ketika kita akan bisa berjalan bersama seperti mereka. aku masih berharap bahwa kau akan menelponku hari ini. aku masih berharap suatu hari kau akan mengetuk pintu kamarku dan berkata, "surprise!"

aku tau, aku tau. aku tau bahwa semua itu tidak akan bisa menjadi kenyataan. tidak akan pernah.

kau selalu sibuk dengan handphonemu. menelpon teman-temanmu. terkadang untuk hal yang sama sekali tidak penting. kau abaikan semua orang disekelilingmu. tidak pernah sekalipun kau melepas handphone itu. setiap ada kesempatan, kau selalu menelpon. selalu. dan selalu.

kau selalu membuat rencana sendiri. tanpa melibatkan aku. tanpa berbicara kepadaku. tapi lalu kau mengajakku untuk ikut serta dalam rencanamu. kau memanfaatkanku. kau berpura-pura pada setiap orang. seakan-akan kau dan aku begitu dekat. seakan-akan kau begitu peduli padaku. seakan-akan kau tau semua tentangku.kau memanfaatkan aku.

aku tau bahwa semua itu hanyalah kebohongan belaka. aku tau bahwa kau tidak pernah peduli padaku. yang kau pedulikan hanyalah anggapan orang tentang dirimu. terkadang aku muak dengan sikapmu. terkadang aku muak dengan dirimu. terkadang aku berharap,bahwa sikapmu bukanlah kepura-puraan belaka. terkadang aku berharap, kau benar-benar peduli padaku. terkadang aku berharap kau sungguh sayang padaku.

aku tau itu tidak mungkin. aku tau kau terlalu sibuk dengan duniamu dan tidak akan melihatku. aku tau kau tidak peduli padaku. kau bahkan tidak tau apa kesukaan aku. kau tidak tau apa-apa tentangku. aku tau itu.

tapi tetap saja, rasa itu muncul.

harapan tipis bahwa kau peduli padaku. sayang padaku. kau hanya tidak tahu bagaimana menunjukkannya. harapan tipis bahwa suatu saat aku akan seperti mereka. menghabiskan quality time bersama mu. melakukan sesuatu bersama. au tau itu tidak mungkin. aku tau itu tidak akan terjadi. tadak akan pernah.

tapi aku terus berharap...

berharap suatu saat nanti kau akan peduli padaku. berharap suatu saat nanti aku akan menjadi hal yang penting bagimu. melebihi handphone yang kau bawa. melebihi pekerjaan yang selalu kau ungkit. melebihi segalanya. karena kau adalah mamaku.

i miss you mom

Senin, 22 November 2010

kangen #psikopad08

semester ini, semester terberat aku. selain tugas yang selalu ada dan dapat dipastikan selalu berjibun, my issue, my parents, my condition, semua itu mesti aku lalui tanpa temen temen #psikopad08 ku tersayang.

ngga. mereka ga ninggalin aku. aku juga ga pindah ato meninggalkan mereka. aku cuma jarang menghabiskan waktu bersama mereka lagi. dengan jadwalku dan jadwal mereka yang bersebrangan dan bentrok.

aku kangen mereka. siapapun. semuanya. aku kangen semuanya tanpa kecuali. tanpa kecuali. dan keadaan ini hanya menambah berat semester ini. berasa seperti anak baru yang kuliah di tempat yang berbeda. tanpa tahu seorangpun.

dan pagi ini, aku nge post di group, aku kangen kalian. berasa jarang banget ketemu :(

itu beneran ko. semua itu emang berat banget dari awal, tapi aku berusaha banget banget biar kuat ngejalaninnya. dan sekarang, aku bener bener ga kuat. aku pingin ada di sekitar orang orang yang aku kenal, aku pingin di tengah kalian. ngedengerin kalian ngobrol, ngomongin jje yang ga kelar kelar lah, forum 08 tentang bem lah, apalah, inilah, itulah, aku bahkan ga tau apa yang sedang terjadi di angkatan aku :(

aku butuh kalian. butuh banget.

dan tadi pas aku ketemu bubeng, dia bilang 'hei ririz! kita disini aja loh. kita disini. kamu kemana aja?' aku ga bisa jawa itu. setiap kali ada orang yang nanya kamu kemana aja? aku ga bisa jawab.

apa yang harus aku katakan? kalo aku lagi bingung ama diri aku sendiri? kalo aku ngerasa diri aku berubah menjadi monster dan aku membenci semua perubahan itu?kalo aku lagi berantem ama orang tua aku? lagi. kalo aku benci ama diri aku sendiri? kalo aku terkadang sirik melihat mereka jalan terus di depan aku? kalo aku kadang merasa ditinggalkan oleh mereka? kalo aku merasa terasing, walaupun aku bersama mereka? kalo aku....

aku hampir nangis loh waktu bubeng bilang gitu. sungguh. aku ga tau apa yang aku fikirkan ketika nge post itu. aku bener bener ngerasa kesepian sekarang. dan ucapan bubeng buat aku mikir, mungkin emang aku yang menghindar. mungkin mereka emang terus disitu ko. aku yang berubah. menarik diri, kuliah langsung pulang. menyendiri di perpus. mungkin memang aku.

apalagi sebelum itu aku ketemu aby, trus dia bilang, 'ririz kemana aja?? ga kemana- mana tapi menghilang' ya, aku emang jarang ol seminggu kemaren. aku liburan seminggu full padahal libur cuma rebo ama kamis.

tadi ajeng juga bilang, 'semangat ya ririz.. semester depan bareng kita lagi ko. ntar kita lulusnya bareng'

ya tuhaann... temen temen aku baik banget. mereka baik banget loh tuhan. ga ada satu pun dari mereka yang nanya aku kenapa, tapi mereka menunjukkan kepeduliannya dalam bentuk lain. baik banget

Sabtu, 13 November 2010

this week

this week..

week of denial.

i couldn't agree more.

because i realized, that's what i did this last week. the feeling came out. again. as we expect it. at first, is not hurt that much. i'm crying and then i'm over it. hurt is over. but feeling stay the same. it came to me, just like that.

i act like it didn't happen.i'm pretending that it does not exist.
aku menyibukkan diri dengan tugas, rapat, danus, tugas, tugas, dan tugas. aku mencoba mengisi pikiranku dengan tugas-tugas ang harus aku lakukan, sekecil apapun. i act like nothing happended. nothing. and i'm just fine. but we know that its not true, rite?

and finally, i let it out. everything. i wallowed all day. its almost the end of the day, and i'm not feeling better. a little, but not all. aku berusaha melupakannya dengan menonton dvdd. berkeping-keping. tapi itu ga berhasil juga. tomorrow i'm gonna wake up early in the morning and make up my room. i promise.

if i can't make this feeling go away, at least i can do is distraction. rite?





xoxo

Jumat, 17 September 2010

a letter for you

hai ki,

first thing first, gue mau minta maaf. sorry. sorry i didn't return your call, your text, your email. i just.. you know, need sometime.

yayayaya, i know what you're gonna say, "lo mo butuh waktu ampe apan riz? ini tuh udah lama banget dan lo tetep begini bla bla bla"

thank you ki. seriously.

gue cuma lagi ga pingin bersosialisasi aja. even with you, elsa, dan anak anak. its just.. it feels sooo hard ki. i know that i've gotta to move on, but, setiap ali gue melangkah, baru satu langkah, merea udah nolak gue. membuat gue terlempah jauh ke dalem lagi.

you know what ki, i've been broken heart, cheated on, betrayed, and many many bad things but.. ga ada yang sesakit ini ki. ga ada. dan lo tau apa yang lebih parah? gue ga bisa berbicara dengan siapapun. siapapun ki! feels like i'm alone.

you said i need help. but they just people. they doctors. they do what they need to do. they dont really concern. thay dont really care. dan lo tau ki, it feels like everyone is leaving me.

i know, i know, lo bakal bilang lo ga aan ninggalin gue, tapi,, tetep aja ki. lo punya kehidupan gitu. laraz punya, mita punya, everyone have it! except, for me.

aku capek ki.
berada di tengah tengah orang yang disebut keluarga,
di tengah tengah orang yang seharusnya peduli sama lo,
di tengah tengah orang yang harusnya memberikan support sama lo,
but unfortunately they don't.

hati gue sait ki, dan gue ga tau mesti kemana lagi. i really really hoping you here. i want laraz hug me and tell me that everything we'll be alright, lie we usually do. i want to hear your sarcasm jokes and we'll laugh together.

oh my god, ini kaya surat lesbi aja. divi bakal seneng banget kalo baca surat ini, abis dah gue haha.

hh.. i miss you ki.
i miss all of you girls
and the guys too :)



ps: o ya, tolong sampein maaf gue buat elsa. dia udah jauh jauh kesini dan gue menghabiskan waktu yang amat sedikit sama dia. maaf ya ela, baby. :(

i'll call you if i'm ready.
if i can be ready.

;;